Wednesday, April 28, 2010

Whenever there is a will, there is a way!

The first time I learnt English it was on my first year of Junior High School. It was like encountering a language from a different planet! I couldn't see any reasons why we have to learn this strange utterances except to make my life miserable. Then, my English teacher told me to come in front of the class and wrote the answer of an exercise on the blackboard. Five minutes had passed and I still stood there without knowing what the answer was. She told me to go back to my seat and angrily she said, "Stupid! It's just a simple question and yet you couldn't answer that!" I trembled with fear and anger because I felt humiliated. "I'm not dumb, I'll show you who I really am!" I said that to myself again and again.

From that moment on I studied English seriously, though I still didn't have any slightest idea of the advantages for me to learn English. My single motivation was to prove to that old, grumpy English teacher that I could be good at English too! I took the English books and started copying in my handwriting every single sentence to a note book, from the first page till the last page. For the exercises, I spent a lot of time comprehending the examples and answering the questions. When I finished with my class' text books, I bought some other English books from different publishers in the book shop and did the same work on them.

From this kind of exposure and intensive work, bit by bit all the pieces of the puzzles in English sentence constructions started to interlock and match. When I started my first semester, my mark in each English quiz never got higher than 5 (10 was the highest score). And I never bothered because it was hardly ever happened that somebody got 6 in the quizzes. At the end of the first semester, can you guess my result of the end of semester exam? 6? 7? Nope! I got 9! I didn't know whether to thank my English teacher for her rude remarks on me several months ago or whether I should yell in her face saying, "look, you're very wrong. I'm not stupid!"

*************************

Dari pengalaman saya tersebut ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan.

Pertama, membentuk sebuah visi yang jelas seharusnya adalah hal pertama yang harus ditanamkan pada mereka yang belajar bahasa Inggris. Visi di sini adalah jawaban-jawaban atas pertanyaan 'Mengapa/untuk apa saya harus belajar bahasa Inggris?'

Kedua, guru harus mengenal betul karakter mata pelajaran dan karakter siswanya. Di dalam kasus saya di atas, bahasa Inggris baru pertama kali diajarkan (sekitar tahun 80-an, bahasa Inggris mulai dikenalkan pada level SMP kelas 1). Bahasa yang 'aneh', yang antara ejaan dan pengucapannya sangat tidak berhubungan, langsung diajarkan dengan metode 'grammar translation': ada teks bacaan, diartikan, menjawab pertanyaan bacaan, dan membahas 'tenses'. Lebih parah lagi, saat ini bahasa Inggris sudah dikenalkan pada saat siswa duduk di kelas 4 SD (beberapa SD malah sudah sejak kelas 1 SD). Pada usia yang lebih dini, metode yang digunakan rata-rata juga tidak berganti. Mengapa? Hasil pengamatan saya waktu anak saya di kelas 1 SD, anak-anak kelas 1 SD yang baru bisa membaca bahasa Indonesia (beberapa siswa malah belum lancar membaca) sudah diharuskan menghafalkan nama-nama benda dalam bahasa Inggris, mengerjakan soal-soal pilihan ganda tanpa konteks kalimat yang jelas, dan sudah harus menulis kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Mengapa tidak mengajarkan sesuatu yang mudah dengan teknik yang menyenangkan yang akan membangkitkan kecintaan anak terhadap bahasa Inggris?

Ketiga, motivasi (intrinsik maupun ekstrinsik) sangat berperan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Motivasi ini sangat berkaitan dengan visi dan pendekatan pedagogi yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Visinya jelas, maka akan ada motivasi untuk mencapai visi tersebut. Materinya mudah dicerna, kontekstual, dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan, tentunya motivasi belajar anak juga akan meningkat. Kira-kira, apa motivasi anda belajar bahasa Inggris?

Mari berbagi jawaban!